Skip to content
Kurs rupiah hari iniMemuat kurs…

Harga 1 satuan mata uang asing dalam rupiah. Panah merah berarti rupiah melemah, hijau berarti menguat. Geser atau ketuk kartu untuk memperbesar.

Nasional

Geger di Jagat Digital: Lonjakan Pencarian Raffi Ahmad Tembus 5.000 Persen

Redaksi •
Geger di Jagat Digital: Lonjakan Pencarian Raffi Ahmad Tembus 5.000 Persen
Raffi Ahmad dan Willie Salim menghadiri acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). (Foto: Istimewa)







JAKARTA -Jagat media sosial Indonesia kembali diguncang oleh gelombang protes massal yang menyasar selebritas sekaligus pejabat publik, Raffi Ahmad.

Memasuki awal November 2026, data dari Google Trends menunjukkan pencarian terkait nama Raffi Ahmad melonjak tajam hingga lebih dari 5.000 persen, menempatkannya dalam kategori Breakout atau lonjakan luar biasa.

Fenomena ini dipicu oleh seruan cancel culture dan gerakan boikot yang meluas dari ranah digital hingga berdampak nyata pada lini bisnisnya.

Akar dari kontroversi ini bermula dari kehadiran Raffi Ahmad dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia yang digelar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada tanggal 29 October 2026 lalu. Raffi, yang belum lama ini dilantik sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, hadir di tengah-tengah massa yang mengenakan berbagai jaket almamater universitas.

Kehadirannya semula diproyeksikan sebagai representasi pemerintah untuk merangkul generasi muda dalam momentum hari bersejarah tersebut.

Namun, situasi dengan cepat berbalik arah ketika berbagai dokumentasi video dan foto dari lokasi acara mulai beredar luas di media sosial, khususnya di platform X (dahulu Twitter) dan TikTok.

Warganet menemukan sejumlah kejanggalan pada massa mahasiswa yang hadir. Kecurigaan publik diperkuat oleh pengakuan beberapa peserta di lapangan yang kedapatan tidak mengetahui nama universitas dari almamater yang mereka kenakan, hingga memicu dugaan kuat adanya praktik mobilisasi massa bayaran.

Isu mengenai “mahasiswa gadungan” ini langsung menyulut amarah publik, terutama dari kalangan mahasiswa aktif dan aliansi pemuda yang merasa nama baik institusi akademik mereka dicatut demi kepentingan seremoni tertentu.

Related News

Komentar 0

Tulis KomentarSampaikan pendapat secara santun dan relevan.

Tulis komentar

Belum ada komentar yang disetujui. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.