Lewati ke konten
Kurs rupiah hari iniMemuat kurs…

Harga 1 satuan mata uang asing dalam rupiah. Panah merah berarti rupiah melemah, hijau berarti menguat. Geser atau ketuk kartu untuk memperbesar.

Opini

Bonus Demografi atau Bonus Penonton Kekuasaan

Pemuda dan Perubahan

Redaksi •
Bonus Demografi atau Bonus Penonton Kekuasaan
DRS. EDI LANGKARA, MH. Politisi Partai PDIP







Pemuda merupakan kekuatan strategis dalam perjalanan bangsa. Sejarah Indonesia membuktikan bahwa perubahan besar selalu memiliki keterkaitan erat dengan keberanian dan idealisme generasi muda. Semangat Sumpah Pemuda 1928 menjadi bukti bahwa persatuan, kesadaran kebangsaan, dan keberanian mengambil peran mampu mengubah arah sejarah.

Dalam konteks Maluku Utara, pentingnya peran pemuda semakin besar karena provinsi kepulauan ini memiliki 10 kabupaten/kota, wilayah yang tersebar, serta kesenjangan akses antarwilayah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi Maluku Utara dalam beberapa tahun terakhir tumbuh sangat cepat, terutama didorong industri pengolahan dan pertambangan nikel. Namun, pertumbuhan tersebut belum otomatis menghapus kemiskinan, pengangguran, kesenjangan layanan dasar, dan kerentanan masyarakat pesisir. Karena itu, bonus demografi harus diikuti peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, kesehatan, dan partisipasi publik pemuda.

Sebagian generasi muda masih terjebak dalam dialektika yang sempit, perdebatan yang berputar pada kepentingan kelompok, serta pola pikir yang mudah menghegemoni ruang publik tanpa menawarkan gagasan yang membebaskan. Kondisi ini dapat melahirkan polarisasi, apatisme, fanatisme politik, dan konflik antarkelompok. Padahal, tantangan nyata Maluku Utara membutuhkan pemuda yang mampu menghubungkan kritik dengan kerja konkret: mengawal anggaran, memperkuat ekonomi lokal, menjaga lingkungan, dan memastikan pembangunan menjangkau pulau-pulau kecil.

Pemuda bukan sekadar pewaris tradisi, melainkan penggerak perubahan. Mereka dituntut memiliki daya kritis, integritas, kreativitas, dan keberanian menyuarakan kebenaran. Namun, idealisme harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan berhenti pada slogan dan retorika.

Berita Terkait

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *