Napak Tilas Alfano Wiklif Susu: Dari PAC Maba, DPRD, hingga Sekretaris DPC Demokrat Haltim

oleh -239 Dilihat
oleh
M.A.Haliun,SS (Mantan Bendahara DPC Partai Demokrat Halmahera Timur)

Semua itu berlangsung dalam rentang usia yang relatif singkat. Alfano pergi ketika usianya baru 37 tahun. Usia yang bagi sebagian orang mungkin baru menjadi awal dari perjalanan panjang. Tetapi bagi Alfano, perjalanan itu telah meninggalkan jejak yang cukup berarti bagi keluarga, sahabat, kader partai, dan orang-orang yang pernah mengenalnya.

Kini, kursi dan jabatan yang pernah diembannya mungkin akan berganti. Organisasi akan terus berjalan, politik akan terus bergerak, dan generasi baru akan datang. Namun, cerita tentang seorang kader yang memulai langkah dari tingkat kecamatan hingga dipercaya menjadi bagian dari DPRD dan struktur pimpinan partai akan tetap menjadi bagian dari sejarah perjalanan Partai Demokrat di Halmahera Timur.

Alfano Wiklif Susu telah pergi. Tetapi jejak pengabdiannya tidak serta-merta hilang. Dari Maba, tempat ia memulai perjalanan politiknya, hingga panggung DPRD dan kemudian di DPC Partai Demokrat Halmahera Timur, namanya telah menjadi bagian dari sebuah perjalanan yang pernah ia jalani dengan penuh keyakinan.

Baca Juga: 7 Manfaat Tomat untuk Kesehatan, Kaya Likopen dan Vitamin

Perjalanan Alfano mengajarkan satu hal sederhana: tidak ada yang pernah benar-benar tahu seberapa panjang jalan yang diberikan kepadanya. Ia memulai dari Kecamatan Maba, menapaki jalan politik hingga DPRD Kabupaten Halmahera Timur, lalu harus mengakhiri perjalanan itu pada usia yang masih sangat muda.

Pada akhirnya, napak tilas tentang Alfano bukan sekadar catatan mengenai jabatan yang pernah diemban. Ini adalah cerita tentang seorang anak muda yang memulai dari bawah, diberi kepercayaan, tumbuh dalam proses, dan kemudian pergi terlalu cepat.

Alfano Wiklif Susu telah pergi. Tetapi namanya tidak serta-merta berhenti pada hari kepergiannya. Ia tetap menjadi bagian dari catatan perjalanan politik Halmahera Timur dan kenangan orang-orang yang pernah berjalan bersamanya.

Selamat jalan, Alfano Wiklif Susu. Perjalananmu telah selesai, tetapi jejak yang kau tinggalkan akan tetap menjadi bagian dari cerita perjalanan politik dan pengabdian di Halmahera Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.