Lewati ke konten
Politik

Hein Babua Resmi Nahkodai Golkar Halut

Redaksi •
Hein Babua Resmi Nahkodai Golkar Halut
Tiga Kandidat Calon Ketua DPD Partai Golkar Halut

TOBELO – Hein Babua resmi menakhodai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Halmahera Utara setelah dua kandidat lainnya, Frans Manery dan Debora Tongo-Tongo, mengundurkan diri dari pencalonan. Keduanya menyatakan mundur demi menjaga soliditas partai.

Keputusan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Halmahera yang di selenggarakan di marahai hotel Rabu (13/10/2026).

Pengunduran diri kedua kandidat itu membuka jalan bagi Hein Babua, yang juga menjabat sebagai Bupati Halmahera Utara, untuk memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut.

Debora Tongo-Tongo mengatakan pengunduran dirinya bersama Frans Manery merupakan bentuk komitmen untuk menjaga kebersamaan di internal partai.

“Sebagai bentuk solidaritas kami sepakat undur diri untuk kemajuan partai Golkar ke depannya,” ujar Debora, Rabu (13/10/2026).

Mundurnya Frans Manery dan Debora Tongo-Tongo menjadi bagian penting dalam dinamika pemilihan ketua DPD Golkar Halmahera Utara. Keduanya tidak melanjutkan persaingan dan memilih mengedepankan soliditas organisasi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, dinamika pencalonan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan Musda. Keputusan kedua kandidat mengundurkan diri mengubah peta persaingan dalam proses penentuan pimpinan Golkar di tingkat kabupaten.

Dengan terpilihnya Hein Babua, kepemimpinan DPD Golkar Halmahera Utara memasuki babak baru. Konsolidasi internal dan penguatan struktur organisasi menjadi bagian dari agenda yang perlu dijalankan setelah Musda.

Hein kini memegang dua posisi strategis di daerah, yakni sebagai Bupati Halmahera Utara dan pimpinan partai di tingkat kabupaten. Peran tersebut menempatkannya dalam dinamika pemerintahan sekaligus organisasi politik di Halmahera Utara.

Musda menjadi forum bagi kader Golkar untuk menentukan kepemimpinan dan arah organisasi ke depan. Pengunduran diri dua kandidat dengan alasan soliditas menunjukkan bahwa menjaga kebersamaan menjadi salah satu pertimbangan dalam proses tersebut.

Setelah proses pemilihan, tantangan berikutnya adalah memastikan konsolidasi berjalan dan komunikasi antarkader tetap terjaga. Seluruh elemen partai diharapkan dapat menjalankan agenda organisasi sesuai keputusan Musda.

Dengan demikian, Hein Babua resmi menakhodai DPD Partai Golkar Halmahera Utara setelah Frans Manery dan Debora Tongo-Tongo mengundurkan diri dari pencalonan. Keduanya mengatakan langkah tersebut diambil demi kemajuan dan soliditas partai.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *