Lewati ke konten
Iklan
Opini

Sitinur Ubaid, Dari Bidan Desa hingga Menggerakkan Perjuangan Melawan Stunting di Halmahera Timur

Redaksi •
Sitinur Ubaid, Dari Bidan Desa hingga Menggerakkan Perjuangan Melawan Stunting di Halmahera Timur

Kesederhanaan, dalam konteks ini, bukan sekadar penampilan atau gaya hidup. Ia menemukan maknanya ketika seorang pemimpin bersedia mendengar keluhan, memahami keterbatasan, dan memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat yang kerap tidak terdengar dari pusat pemerintahan.

Stunting, perjuangan yang dimulai dari keluarga
Salah satu agenda penting yang menjadi perhatian TP-PKK Halmahera Timur adalah penanganan stunting. Persoalan ini tidak cukup dipahami sebagai masalah pertumbuhan anak semata. Stunting berkaitan erat dengan kesehatan ibu, pemenuhan gizi, pola pengasuhan, sanitasi, akses pelayanan kesehatan, serta kondisi sosial ekonomi keluarga.

Di wilayah dengan akses antardesa yang menantang, upaya pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang konsisten dan berkelanjutan. Edukasi gizi harus menjangkau keluarga, pemantauan pertumbuhan anak perlu diperkuat, dan ibu hamil maupun balita harus memperoleh perhatian sesuai kebutuhan mereka.
Melalui gerakan PKK di 10 kecamatan dan 102 desa, terdapat ruang besar untuk memperluas edukasi keluarga, menguatkan peran kader, serta membangun kerja bersama dengan posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan perangkat daerah terkait.

Tantangannya bukan hanya menyampaikan pentingnya makanan bergizi kepada masyarakat. Keluarga juga perlu didukung agar mampu memenuhi kebutuhan gizi sesuai kemampuan dan potensi lokal. Karena itu, edukasi perlu berjalan seiring dengan pendampingan, pemanfaatan pangan setempat, pemantauan tumbuh kembang anak, dan penguatan akses terhadap layanan kesehatan.

Berita Terkait

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *