Lewati ke konten
Iklan
Opini

Sitinur Ubaid, Dari Bidan Desa hingga Menggerakkan Perjuangan Melawan Stunting di Halmahera Timur

Redaksi •
Sitinur Ubaid, Dari Bidan Desa hingga Menggerakkan Perjuangan Melawan Stunting di Halmahera Timur

Sebelum dikenal dalam berbagai kegiatan pemberdayaan keluarga, Hj. Iti, Sapaan kami sehari-hari, telah lebih dahulu berhadapan dengan kenyataan kehidupan masyarakat pelosok. Sebagai bidan desa, ia menjalankan tugas di tengah keterbatasan fasilitas. Tidak ada listrik di sejumlah tempat tugasnya, sementara teknologi yang kini memudahkan komunikasi belum dapat diandalkan. Dalam keadaan seperti itu, pengetahuan dan keterampilan sebagai tenaga kesehatan menjadi tumpuan untuk menjalankan tanggung jawabnya.

Pengalaman tersebut bukan sekadar bagian dari riwayat pekerjaan. Ia menjadi bagian penting yang membentuk cara pandangnya terhadap masyarakat. Di wilayah terpencil, pelayanan tidak selalu dapat menunggu keadaan menjadi mudah. Ada kebutuhan yang harus segera dijawab, ada warga yang memerlukan pertolongan, dan ada jarak geografis yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan instruksi dari kejauhan.

Bagi kami yang pernah berada dalam lingkungan kerja TP-PKK Kabupaten Halmahera Timur pada periode 2020–2025, pengalaman semacam itu membantu menjelaskan mengapa kedekatan dengan masyarakat menjadi hal penting dalam melihat sosok Hj. Iti. Ia tidak hanya mengenal masyarakat melalui agenda organisasi, tetapi juga memiliki pengalaman bekerja di tengah keterbatasan yang benar-benar dirasakan warga.

Menembus jarak, mendekati masyarakat
Halmahera Timur menyimpan tantangan geografis yang tidak sederhana. Di sejumlah wilayah, jarak antardesa dan keterbatasan akses transportasi menjadi hambatan tersendiri. Bahkan, dalam kondisi tertentu, perjalanan untuk menjangkau masyarakat harus dilakukan menggunakan perahu dayung karena belum tersedia jalan yang menghubungkan desa-desa tersebut.

Berita Terkait

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *