Sitinur Ubaid, Dari Bidan Desa hingga Menggerakkan Perjuangan Melawan Stunting di Halmahera Timur

Dalam situasi mendesak, perjalanan seperti itu bukan sekadar urusan mobilitas. Ada waktu yang harus diperhitungkan, tenaga yang harus dikerahkan, dan keselamatan yang harus dijaga. Namun, bagi mereka yang bekerja untuk kepentingan masyarakat, keterbatasan akses tidak boleh membuat kebutuhan warga kehilangan perhatian.
Di tengah kenyataan itulah kesederhanaan menjadi bagian penting dari kepemimpinan. Bukan tentang seberapa jauh seseorang dapat berbicara mengenai masyarakat, melainkan sejauh mana ia bersedia memahami kesulitan yang mereka hadapi.
Orang-orang yang mengenalnya menggambarkan Hj. Iti sebagai sosok yang sederhana dan komunikatif. Ia dinilai mampu membangun komunikasi dengan orang-orang di sekitarnya, serta menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Dalam kerja sosial, kemampuan berkomunikasi bukan perkara kecil. Kader di tingkat desa membutuhkan ruang untuk menyampaikan persoalan, masyarakat perlu didengar, dan program membutuhkan kerja sama agar dapat berjalan. Pendekatan yang terbuka memungkinkan persoalan di lapangan dibicarakan dengan lebih dekat, tanpa membuat jarak antara pemimpin dan masyarakat semakin lebar.


