Lewati ke konten
Iklan
Scroll untuk lanjut membaca
Iklan
Regional

Pemilik Kebun Meradang, CV Sansibar Diduga Gali Lahan Warga di Haltim

Redaksi •
Pemilik Kebun Meradang, CV Sansibar Diduga Gali Lahan Warga di Haltim
Tampak Galian Normalisasi Kali Won di kebun warga.(foto: Adri).

Keluhan Om Ide tidak hanya menyangkut lahan dan tanaman produktif yang terdampak. Ia juga menyinggung kondisi keamanan di kawasan perkebunan yang menurutnya rawan ancaman hingga penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) yang disebut sering terjadi.

Kondisi tersebut menambah kekhawatiran warga saat beraktivitas di kebun. Di tengah risiko keamanan yang mereka rasakan, warga mengaku harus menghadapi persoalan lain ketika lahan yang telah diolah dan ditanami justru dilintasi galian proyek tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Bagi Om Ide, kebun tersebut bukan sekadar lahan kosong. Ada kerja keras dan biaya yang telah dikeluarkan untuk membersihkan tanah, menanam, serta merawat tanaman produktif. Karena itu, pekerjaan galian yang memasuki area perkebunan menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi tanaman dan potensi kerugian ekonomi yang dapat dialami pemilik lahan.

Ia mempertanyakan mengapa kontraktor dan instansi terkait tidak terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemilik kebun sebelum pekerjaan dilakukan. Menurutnya, komunikasi seharusnya menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek, terutama ketika pekerjaan berpotensi bersinggungan dengan lahan yang dikelola masyarakat.

Om Ide mengaku telah meminta penjelasan kepada pihak kontraktor mengenai pelaksanaan pekerjaan tersebut. Berdasarkan penuturannya, pihak CV Sansibar Halmahera menyebut pekerjaan dilakukan atas arahan Dinas Perkim Haltim.

“Torang dapa perintah dari dinas bilang langsung kerja saja,” ucap Om Ide, menirukan keterangan yang menurutnya disampaikan pihak kontraktor.

Berita Terkait

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *