BMKG Ingatkan Warga Maluku Utara Waspadai Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir

TERNATE – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Maluku Utara untuk mewaspadai potensi hujan deras, angin kencang, dan petir selama periode 26 Oktober hingga 1 November 2026. Kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu pohon tumbang, kerusakan bangunan, hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Peringatan tersebut disampaikan berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate. Selama sepekan ke depan, cuaca di wilayah Maluku Utara umumnya diprakirakan berawan, tetapi sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
Petugas Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate, Muhammad Fauzi Bintiang, mengatakan kondisi atmosfer dalam sepekan ke depan berpotensi labil. Kondisi ini dapat mendukung pertumbuhan awan hujan secara lokal di sejumlah wilayah.
“Terpantau kondisi atmosfer berpotensi labil dalam sepekan ke depan yang dapat membantu pertumbuhan awan hujan dalam skala lokal di beberapa wilayah di Maluku Utara,” kata Fauzi dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).
Meski demikian, hasil analisis BMKG menunjukkan anomali suhu muka laut yang cenderung dingin. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi pembentukan awan di sekitar wilayah Maluku Utara.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi pada 26–27 Oktober 2026 di Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kota Tidore Kepulauan, dan wilayah sekitarnya.
Sementara itu, pada 28–29 Oktober 2026, hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di Pulau Morotai, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kota Tidore Kepulauan, dan sekitarnya.
Potensi perubahan cuaca tersebut perlu diantisipasi masyarakat, terutama warga yang beraktivitas di luar ruangan, melintasi jalur rawan bencana, maupun tinggal di sekitar pepohonan besar dan bangunan yang rentan terdampak angin kencang.
Masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan petir dan hujan lebat yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi cuaca yang berubah sewaktu-waktu menuntut warga untuk memperhatikan informasi dan pembaruan prakiraan cuaca dari BMKG.
Selain ancaman hujan dan angin kencang, risiko karhutla juga perlu menjadi perhatian. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di area yang mudah terbakar.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada selama periode prakiraan tersebut dan mengambil langkah antisipasi sesuai kondisi di wilayah masing-masing. Informasi cuaca terkini perlu menjadi acuan sebelum melakukan perjalanan maupun aktivitas di luar ruangan.





