Burung Bidadari Halmahera Semioptera Wallacii

oleh
oleh
burung Bidadari (Semioptera wallacii)

abarce – Burung Bidadari pantas digelari sebagai Si Genit dari Maluku Utara. Burung endemik Maluku yang memiliki nama ilmiah Semioptera wallacii ini merupakan salah satu jenis burung Cenderawasih.

Tak hanya dihiasi bulu-bulu yang elok laksana bidadari, burung ini juga menampilkan gerak tarian yang memukau dan terkesan genit, terutama saat sedang merayu pasangannya. Keanggunan tingkah lakunya menjadikannya salah satu kekayaan alam yang paling disayangi di kawasan Indonesia Timur.

Iklan

Sayangnya, keindahan yang dimiliki burung Bidadari semakin terancam. Satwa khas Maluku Utara ini semakin hari semakin jarang dijumpai di habitat aslinya.

Baca Juga: 7 Manfaat Tomat untuk Kesehatan, Kaya Likopen dan Vitamin

Meski dalam daftar merah IUCN saat ini baru dikategorikan sebagai jenis yang Berisiko Rendah (Least Concern), kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya  burung berbulu indah ini semakin sulit ditemui, menandakan bahwa populasinya terus mengalami penurunan yang memprihatinkan.

Burung Bidadari merupakan anggota keluarga Cenderawasih (Paradisaeidae) dan menjadi satu-satunya jenis dalam genus Semioptera. Spesies ini pertama kali ditemukan pada tahun 1858 oleh penjelajah alam Alfred Russel Wallace.

Masyarakat lokal menyebut burung ini dengan nama weak-weka, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Standardwing, Standard-wing Bird-of-paradise, atau juga Wallace’s Standardwing.

Gerakan Tanam Padi PM-AS, Bupati Haltim Dorong Penguatan Sektor Pertanian2 hari yang lalu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.