Yang tersisa adalah jejak yang pernah ditinggalkan
Oleh: M.A.Haliun,SS
Kepergian Alfano Wiklif Susu meninggalkan ruang kosong yang tidak mudah diisi. Di usia yang masih sangat muda, 37 tahun, perjalanan hidup dan pengabdiannya harus terhenti. Namun, bagi keluarga, sahabat, dan orang-orang yang pernah berjalan bersamanya di dunia politik, nama Alfano akan selalu menjadi bagian dari perjalanan panjang Partai Demokrat di Kabupaten Halmahera Timur.
Alfano bukanlah sosok yang tiba-tiba muncul di panggung politik. Ia memulai perjalanan dari bawah, dari lingkungan partai di tingkat kecamatan. Langkah awalnya dimulai ketika dipercaya menjadi Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat Kecamatan Maba.
Baca Juga: 7 Manfaat Tomat untuk Kesehatan, Kaya Likopen dan Vitamin
Dari posisi itulah pengalaman politik Alfano mulai ditempa. Ia berhadapan langsung dengan masyarakat, membangun komunikasi, mendengar aspirasi dan memahami dinamika politik di tingkat akar rumput. Bagi Alfano, politik bukan hanya tentang jabatan, tetapi juga tentang bagaimana hadir dan bekerja bersama masyarakat.
Perjalanan dari PAC kemudian membawanya ke panggung politik yang lebih besar. Alfano dipercaya menjadi salah satu kader Partai Demokrat yang mewakili suara masyarakat di lembaga legislatif Kabupaten Halmahera Timur. Ia kemudian duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Halmahera Timur melalui Fraksi Partai Demokrat.



