Google Dorong Wartawan Manfaatkan AI

oleh -19 Dilihat
oleh
Sejumlah wartawan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Google bersama Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas dan Kompas Gramedia di Hotel Amaris Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/9/2026). (Sumber: Dok. KG Media)

Jakarta –  Untuk keempat kalinya, Google bersama Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas dan Kompas Gramedia menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Kali ini UKW digelar di Hotel Amaris Surabaya, Jawa Timur, Jumat hingga Sabtu, 18-19 September 2026.

Setelah sukses menggelar UKW di Bekasi, Semarang, dan Medan, Google semakin yakin bahwa proses uji kompetensi bagi wartawan menjadi salah satu cara untuk meneguhkan peran media sebagai salah satu pilar demokrasi.

Google News Partner Manager Yos Kusuma saat memberikan sambutan dari Manila, Filipina, Jumat, 18 September 2026, secara khusus mengapresiasi UKW yang digelar Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas dan Kompas Gramedia.

Baca Juga: BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan 2026

Menurut Yos, peran media sebagai salah satu pilar demokrasi dapat terjaga dengan memastikan kualitas para wartawannya. Uji kompetensi menjadi salah satu instrumen untuk menjaga kualitas tersebut.

“Media itu kan memang pilar keempat demokrasi setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif. Sebagai salah satu pilar demokrasi, fungsi media ini terjaga kalau kualitas wartawannya juga terjaga melalui uji kompetensi ini,” ujar Yos.

Dalam rangka menjaga kualitas wartawan di tengah perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan atau AI, Google memberikan materi khusus mengenai manfaat penggunaan AI dalam kerja-kerja jurnalistik.

Salah satu materi pra-UKW yang diberikan kepada peserta adalah penggunaan Gemini Notebook, platform kecerdasan buatan Google yang dapat membantu kerja-kerja wartawan dalam menyarikan hingga mengolah berbagai sumber penulisan artikel maupun produk jurnalistik lainnya.

“AI ini sangat bisa membantu kerja teman-teman wartawan,” kata Yos.

UKW di Surabaya diikuti 45 wartawan dari platform media cetak, siber, dan televisi. Peserta rata-rata berasal dari berbagai media di Jawa Timur, dengan seorang peserta berasal dari Sorong, Papua. Mereka mengikuti UKW untuk tingkatan muda, madya, dan utama. UKW kali ini melibatkan delapan penguji yang seluruhnya berasal dari Lembaga Uji Kompas.

Ketua Dewan Kompetensi KG Media Tri Agung Kristanto dalam sambutannya ketika membuka UKW juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi, terutama kecerdasan buatan, dalam kerja-kerja jurnalistik.

Namun, Tri Agung mengatakan penggunaan AI bagi media harus disertai pencantuman label disclaimer atau keterangan mengenai penggunaannya. Selain itu, penggunaan AI dalam kerja-kerja jurnalistik harus sesuai dengan UU Pers maupun kode etik jurnalistik. AI tidak boleh digunakan sebagai pengganti verifikasi atau pekerjaan-pekerjaan reportase lapangan.

Tri Agung juga mengapresiasi kolaborasi Google dengan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas dan Kompas Gramedia dalam menggelar UKW di sejumlah kota di Indonesia.

“Sebenarnya ini tugas negara melalui Dewan Pers. Akan tetapi efisiensi selama beberapa tahun terakhir membuat Dewan Pers juga kesulitan memfasilitasi banyak pelaksanaan UKW,” ujar Tri Agung.

Selain kecakapan pengetahuan teknis tentang penggunaan AI yang sesuai UU Pers, kode etik jurnalistik maupun Peraturan Dewan Pers, dalam dua hari pelaksanaan uji kompetensi para wartawan akan diuji keterampilan, pengetahuan, dan kesadaran jurnalistiknya. Pengujian mencakup pembuatan konten, keandalan jejaring narasumber hingga manajemen redaksi. Bagi wartawan yang dinyatakan kompeten, mereka akan terdaftar dan mendapat sertifikat dari Dewan Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.