TERNATE – Pekerjaan pembangunan Sabo Dam di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Maluku Utara, dinilai serampangan. Kerusakan ditemukan pada sejumlah bagian konstruksi, termasuk bolongan dan retakan di dasar saluran sepanjang ratusan meter.
Bolongan dan keretakan diduga hanya ditambal menggunakan pasta semen. metode tersebut dinilai tidak sebanding dengan fungsi konstruksi yang harus menopang dinding bangunan setinggi sekitar tiga meter.
Selain itu,Material tambalan juga disebut didominasi pasir sehingga membuat daya rekatnya dan berisiko mudah terkelupas ketika terkena tekanan air maupun arus sedimen.
Sejak pengerjaan berlangsung, sejumlah bagian dinding bangunan juga disebut telah mengalami keropos. Bagian yang rusak kemudian ditutup dengan lapisan plesteran semen sehingga kerusakan tidak mudah terlihat.



