Petugas Damkar Haltim Dipaksa Berjibaku dengan Api Tanpa APD

oleh -142 Dilihat
oleh
Foto Ilustrasi

Zulfikran meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sarana dan prasarana pemadam kebakaran. Evaluasi itu mencakup APD, kendaraan, selang, serta berbagai peralatan pendukung operasi pemadaman.

“Ini bukan sekadar soal selang atau perlengkapan kerja. Ini menyangkut keselamatan manusia. Pemerintah daerah harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh peralatan damkar, termasuk APD, kendaraan, selang, hingga perlengkapan pendukung lainnya,” tegasnya.

Menurut Zulfikran, helm, baju tahan api, sarung tangan tahan panas, dan sepatu keselamatan merupakan perlengkapan dasar untuk melindungi petugas dari panas, benturan, benda tajam, benda jatuh, dan permukaan licin. Sementara SCBA dibutuhkan untuk melindungi petugas dari asap dan gas beracun, sedangkan goggles atau face shield melindungi mata dan wajah dari asap, debu, serta percikan api.

“APD itu bukan aksesori dan bukan pilihan. Itu perlengkapan keselamatan dasar. Ketika petugas masuk ke lokasi kebakaran tanpa perlindungan yang memadai, risikonya bukan hanya luka, tetapi bisa mengancam nyawa,” kata Zulfikran.

Dia mengatakan kebutuhan peralatan damkar semestinya tidak dipandang sekadar sebagai beban anggaran. Pemenuhan sarana keselamatan, menurut dia, merupakan bagian dari upaya melindungi petugas sekaligus masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

“Jangan sampai petugas diminta berani masuk ke dalam kobaran api untuk menyelamatkan masyarakat, tetapi pemerintah tidak memberikan perlindungan yang semestinya kepada mereka. Ini harus menjadi perhatian serius Pemkab Halmahera Timur,” ujar Zulfikran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.