Karhutla Halmahera Selatan Meluas, Api Dekati Runway Bandara Oesman Sadik

oleh -38 Dilihat
oleh
Upaya pemadaman kebakaran lahan di sekitar runway bandara Oesman Sadik. (Istimewa)

Halsel – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, semakin meluas hingga mengancam fasilitas vital. Kobaran api kini mulai mendekati kawasan Bandara Oesman Sadik di Desa Hidayat, Kecamatan Bacan, Minggu (13/9/2026).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Halmahera Selatan, Indra Faris, mengatakan titik awal kebakaran berasal dari lahan milik warga yang berada di sekitar kawasan bandara. Menurut Indra, api dengan cepat membesar dan merambat ke area lain. Kondisi tersebut diperparah oleh terpaan angin kencang serta cuaca kering yang masih terjadi di wilayah tersebut.

“Saat ini tim damkar dan anggota Polri masih melakukan pemadaman api di areal bandara,” kata Indra, Minggu. Indra menjelaskan, api bahkan telah merembet hingga mendekati area runway atau landasan pacu Bandara Oesman Sadik. Kondisi ini membuat petugas harus mempercepat upaya pemadaman agar api tidak semakin mendekati fasilitas utama bandara. Ia menduga kebakaran tersebut dipicu aktivitas pembakaran di lahan warga yang tidak segera dipadamkan. Api kemudian menjalar karena kondisi lahan yang kering dan angin yang cukup kencang.

Baca Juga: Enam Gunung Api Berstatus Siaga

Indra mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menyalakan api, terutama saat kondisi cuaca kering dan berangin. Menurut dia, api kecil sekalipun dapat dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.

“Sedikit percikan api bisa membuat api membesar, karena saat ini musim kemarau masih terus terjadi,” tegasnya.
Untuk mencegah api meluas, tim gabungan Damkar dan Polres Halmahera Selatan terus melakukan pemadaman di sekitar kawasan bandara. Petugas juga berupaya memastikan kobaran api tidak semakin mendekati runway.

Upaya pemadaman tersebut menjadi perhatian karena Bandara Oesman Sadik memiliki jadwal pendaratan pesawat pada Minggu. Kondisi kebakaran dan asap di sekitar bandara berpotensi memengaruhi aktivitas penerbangan.

Namun, Indra mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah jadwal pendaratan pesawat akan terganggu. Keputusan terkait operasional penerbangan berada di bawah kewenangan otoritas atau pengelola bandara.

“Untuk jadwal landing pesawat kita belum tahu apakah bisa atau tidak, karena itu otoritas bandara,” ujar Indra.
Ia menambahkan, tim Damkar bersama anggota Polri masih terus berjibaku memadamkan api yang telah mendekati runway. Pemadaman dilakukan secara intensif untuk mengendalikan kebakaran sekaligus mencegah api menjalar lebih luas ke kawasan sekitar Bandara Oesman Sadik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.