Istri Jurnalis Hilang Minta Tim SAR Cek Pulau Sertung dan Pulau Panjang

oleh -5 Dilihat
oleh
Istri Salah satu Jurnalis

abarce – PANDEGLANG, Desi Purnama, istri Bagus Khoirunnas, salah satu jurnalis ANTARA yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, menyampaikan dugaan bahwa rombongan yang membawa lima jurnalis tersebut kemungkinan berlabuh atau berada di sekitar Pulau Sertung maupun Pulau Panjang. Ia pun memohon kepada pihak berwenang agar Tim SAR segera turun mengecek kedua pulau tersebut demi memastikan keberadaan rombongan.

Permintaan itu disampaikan Desi saat berbincang dengan Gubernur Banten Andra Soni di Pos SAR Nasional, Pantai Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Rabu, 9 September 2026. Kehadirannya di pos komando pencarian menunjukkan harapan yang masih besar sekaligus kegelisahan yang mendalam menyusul belum ditemukannya jejak suaminya beserta tujuh orang lainnya yang hilang kontak sejak Senin petang.

Desi menjelaskan bahwa ia memperoleh informasi penting berkaitan dengan keberadaan rombongan dari salah satu anggota rombongan, yaitu Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu di atas kapal. Menurut keterangan yang diterimanya, Heriyanto sempat mengirimkan sebuah foto yang memperlihatkan lokasi rombongan berada di dekat kawasan perairan Krakatau.
Foto tersebut terkirim melalui grup percakapan pada aplikasi pesan daring pada hari Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 18.13 WIB. Dalam foto yang dikirimkan itu terlihat dengan jelas sosok Gunung Anak Krakatau yang sedang memancarkan asap putih yang mengepul ke udara. Berdasarkan gambaran yang terlihat dalam foto tersebut, diperkirakan foto diambil dari arah perairan dekat Pulau Sertung.

Berdasarkan petunjuk yang terdapat dalam foto tersebut, Desi pun menyampaikan harapan agar tim pencari dapat segera meninjau lokasi yang diduga sebagai tempat keberadaan rombongan itu. Namun, ia menyampaikan bahwa dari informasi yang diterimanya dari jajaran Tim SAR, petugas belum dapat melakukan pendaratan maupun pemeriksaan mendalam di lokasi yang dimaksudkan.

“Tapi informasinya kan nggak bisa, Pak, turun di Sertung. Itu gimana, Pak? Nggak memungkinkan katanya,” ujar Desi kepada Gubernur Andra Soni sambil menyampaikan kekhawatirannya mengapa lokasi yang diduga terdekat tersebut belum dapat disambangi oleh tim pencari.

Mendengar hal itu, Gubernur Banten Andra Soni pun segera berkomunikasi secara langsung dengan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Banten, Al Amrad, guna meminta penjelasan sekaligus memerintahkan agar informasi berharga dari foto tersebut segera ditindaklanjuti demi memperlebar peluang menemukan rombongan.

“Iya, informasi ini kan ditindaklanjuti ya, Pak, ya?” tegas Andra kepada Amrad, memastikan bahwa petunjuk yang disampaikan keluarga harus segera ditindak lanjut dan tidak boleh terabaikan dalam upaya pencarian yang sedang berlangsung.

Menanggapi hal tersebut, Al Amrad menjelaskan bahwa hingga saat ini tim pencari baru berhasil menjangkau bagian luar kawasan Pulau Rakata dan belum dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh hingga ke Pulau Sertung maupun Pulau Panjang. Kendala utama yang dihadapi adalah kondisi cuaca dan keliling gunung yang masih bergejolak.

“Sampai ke situ (Rakata), Pak. Sampai ke situ, hanya karena pas kondisi itu sudah mau malam, terus anggota saya balik. Balik karena memang kondisi angin masih kencang dan asap tebal,” jelas

Amrad menjelaskan alasan mengapa tim belum dapat melanjutkan pencarian hingga ke pulau-pulau yang diduga menjadi lokasi keberadaan rombongan.
Diketahui bersama, sebanyak delapan orang dinyatakan hilang kontak setelah berlayar menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada hari Senin, 7 September 2026.

Lima di antaranya adalah jurnalis yang meliput: M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka com Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni, seorang jurnalis lepas.

Kelima jurnalis tersebut berangkat bersama tiga orang lainnya: Warta selaku kapten speedboat, Sukarman sebagai awak kapal, dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu. Mereka berangkat dari kawasan Pantai Carita, Pandeglang, dengan tujuan melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau, namun hingga kini belum diketahui keberadaannya setelah hilang kontak sejak Senin petang. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.