Maba, abarce - Aksi teror kembali terjadi di perumahan 50 yang baru dibangun oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Timur (Haltim) di Jalan Lintas Maba Gotowasi. Ilustrasi
Para pelaku yang belum diketahui identitasnya melakukan perusakan terhadap pintu dan jendela rumah yang baru selesai dibangun. Selain itu, tanaman pisang milik warga sekitar juga menjadi sasaran pengrusakan.
Kapolsek Maba Selatan, IPDA Habiem, mengatakan kajadian tersebut terjadi tempatnya di simpang tiga jalan lintas Gotowasi menuju kota Maba namun waktu pastinya masih belum bisa dipastikan. Pihaknya juga belum dapat memastikan apakah aksi ini dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) atau pihak lain.
"Kami sudah melakukan upaya cepat. Begitu mendengar kejadian tersebut, kami langsung menurunkan seluruh anggota Bhabinkamtibmas Maba Selatan untuk mengecek lokasi dan melaksanakan patroli jalan kaki di wilayah tersebut kemarin," ujar IPDA Habiem. Saat dikonfirmasi, Kamis (03/04/25).
Lebih lanjut, Kapolsek menambahkan pihaknya telah mengambil langkah deteksi dan antisipasi melalui tiga anggota Bhabinkamtibmas Maba Selatan. Mereka bertugas memberikan himbauan kepada masyarakat serta melakukan pengecekan langsung di lokasi kejadian.
Mementara sikap Camat Maba Selatan, Nasrun Woom, menuai pertanyaan dari warga. Sebagai Ketua Tim Pengamanan Hutan Maba Selatan, ia mengaku belum mengetahui perihal kejadian ini karena belum menerima laporan resmi dari pihak terkait.
"Kapan mereka bereaksi, saya belum dapat laporan sampai sekarang," ungkap Nasrun Woom saat dikonfirmasi mengenai insiden tersebut.
Pernyataan camat tersebut dinilai sejumlah warga sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap masalah keamanan yang terjadi di wilayahnya. Terlebih lagi, tim pengamanan yang dipimpinnya telah terbentuk hampir tiga tahun, namun hingga kini tidak ada progres ataupun aktivitas di lapangan. Padahal, aksi teror OTK yang sering terjadi di wilayah ini sudah banyak memakan korban jiwa.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan lambannya reaksi pemerintah kecamatan terhadap insiden ini.
"Seharusnya camat lebih aktif dalam memastikan keamanan warganya, bukan hanya menunggu laporan masuk. Apalagi, tim pengamanan yang sudah ada terkesan tidak berjalan sama sekali," ujarnya.