![]() |
Banjir Desa Toniku. |
Kepala Desa Toniku, M. Ashar Hi. Muin, mengatakan banjir kali ini cukup luas dan berdampak pada banyak warga.
"Setelah salat Magrib, air mulai naik. Ini akibat hujan deras yang terus terjadi. Bukan hanya di Desa Toniku, tetapi juga beberapa desa lain mengalami banjir," ungkap Ashar.
Seorang warga setempat, Asgar, mengatakan, banjir masalah banjir suda menjadi langganan di Desa Toniku. Menurutnya, setiap musim hujan, wilayah tersebut hampir selalu mengalami genangan air.
"Kalau sudah hujan deras begini, kami pasti kebanjiran. Ini bukan pertama kali terjadi," ujarnya.
Banjir kali ini disebabkan oleh meluapnya Sungai Kayasa dan Sungai Toniku yang tak mampu menampung debit air akibat tingginya curah hujan.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Barat, Gunawan MT. Ali, menyebutkan air merendam rumah-rumah warga di Desa Tabadamai, Desa Toniku, Desa Tabanga, dan Desa Rioribati dengan ketinggian mencapai 20–30 cm.
"Banjir terjadi sekitar pukul 22.20 WIT dan berdampak pada puluhan rumah. Tim BPBD telah turun ke lokasi untuk meninjau kondisi serta mendata kerusakan yang terjadi," ujar Gunawan.
Berdasarkan data sementara BPBD, tercatat 36 kepala keluarga dengan total 131 jiwa terdampak banjir ini. Di antara mereka terdapat 2 bayi, 11 balita, 11 lansia, 1 penyandang disabilitas, serta 2 ibu hamil dan 2 ibu menyusui.
Selain merendam rumah warga, banjir juga mengganggu akses jalan di beberapa titik, terutama di sekitar Desa Toniku dan Desa Tabadamai. Sejumlah kendaraan kesulitan melintas akibat genangan air yang cukup tinggi.
Kendati demikian, Sejumlah warga memilih bertahan di rumah masing-masing, sementara yang lain mengungsi ke tempat lebih aman. Belum ada laporan korban jiwa, tetapi warga berharap pemerintah segera memberikan bantuan dan solusi jangka panjang untuk mencegah banjir yang terus berulang.