![]() |
Julfikram Suhadi, Korban Kekerasan Jurnalis |
Ternate, ABARCE –Kasus dugaan penganiayaan terhadap dua jurnalis saat meliput aksi demo Indonesia Gelap di Kota Ternate, Maluku Utara, terus berlanjut setelah naik ke tahap penyelidikan.
Polres Ternate periksa tujuh saksi serta mengantongi alat bukti berupa rekaman kamera pengawas (CCTV).
Humas Polres Ternate, AKP Umar Kombang, mengatakan bahwa alat bukti tersebut dikumpulkan untuk memperkuat penyelidikan.
Namun, hingga saat ini, terduga pelaku yang merupakan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) belum memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan.
"Kami sudah melayangkan panggilan kepada terduga pelaku, tetapi yang bersangkutan belum hadir. Kami akan segera menjadwalkan pemanggilan ulang guna mempercepat proses penyelidikan," ujar Umar Kombang
Sebelumnya, dua jurnalis yang menjadi korban, Julfikram dan Fitriyanti Safar dari Halmaheraraya, mengalami kekerasan saat meliput aksi mahasiswa di depan Kantor Wali Kota Ternate pada Senin (24/2).
Akibat kejadian itu, Julfikram mengalami luka sobek di pelipis mata, sementara Fitriyanti mengalami luka di bagian bibir.
Menurut kesaksian korban, kekerasan terjadi saat mereka tengah merekam bentrokan antara demonstran dan aparat Satpol PP yang berusaha membubarkan aksi.
Tiba-tiba, beberapa anggota Satpol PP diduga menyerang dan dengan cara memukul Julfikram hingga terjatuh.
Fitriyanti yang mencoba membantu rekannya juga mengalami tindakan serupa. Ia mengaku sempat ditarik dan dipukul di bagian wajah.