![]() |
Erupai Gunung Api Ibu |
Halbar, ABARCE – Gunung Ibu di Maluku Utara kembali mengalami erupsi pada Minggu (2/3) pukul 17.17 WIT. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu teramati mencapai ±800 meter di atas puncak atau sekitar 2.125 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu yang keluar dari kawah utama terlihat berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal. Arah sebaran abu terpantau condong ke barat daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi sekitar satu menit.
PVMBG mencatat bahwa Gunung Ibu saat ini berstatus Level III (Siaga). Dengan status ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi erupsi susulan dan dampak yang ditimbulkannya.
Sebagai langkah mitigasi, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak beraktivitas dalam radius 4 km dari kawah aktif. Selain itu, perluasan sektoral hingga 5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara juga harus dihindari karena berisiko tinggi terkena lontaran material vulkanik.
Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ibu juga diminta untuk waspada terhadap kemungkinan hujan abu. Jika terjadi hujan abu, warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker untuk melindungi hidung dan mulut, serta kacamata untuk menghindari iritasi pada mata.
PVMBG juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas di tengah masyarakat. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau hoaks terkait aktivitas vulkanik Gunung Ibu.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta untuk terus berkoordinasi dengan PVMBG di Bandung maupun dengan Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici guna mendapatkan informasi terkini mengenai aktivitas vulkanik.
Warga yang tinggal di sekitar lereng gunung juga disarankan untuk selalu mengikuti arahan dari otoritas terkait, baik dari pemerintah daerah maupun petugas pemantau gunung api. Kesiapsiagaan terhadap potensi peningkatan aktivitas vulkanik menjadi hal yang sangat penting untuk mengurangi risiko bencana.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai dampak signifikan terhadap pemukiman warga atau jalur penerbangan. Namun, pihak berwenang terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Ibu guna mengantisipasi kemungkinan dampak yang lebih luas.
Gunung Ibu merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia yang terletak di Pulau Halmahera. Gunung ini memiliki sejarah erupsi yang cukup sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Aktivitas vulkanik Gunung Ibu yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian utama bagi PVMBG. Peningkatan ini ditandai dengan frekuensi gempa vulkanik yang cukup tinggi serta adanya perubahan dalam pola erupsi.
Sejak awal tahun 2025, Gunung Ibu tercatat telah beberapa kali mengalami erupsi dengan skala yang bervariasi. Kejadian pada 2 Maret ini menjadi salah satu erupsi yang cukup signifikan dalam periode tersebut.
Dalam situasi seperti ini, masyarakat di sekitar gunung diharapkan tetap tenang namun waspada. Pemerintah daerah bersama BPBD Halmahera Barat telah diminta untuk memastikan kesiapan jalur evakuasi dan tempat pengungsian jika diperlukan.
Para nelayan dan pengguna transportasi laut yang melintasi wilayah di sekitar Gunung Ibu juga diminta untuk berhati-hati terhadap kemungkinan jatuhnya material vulkanik ke laut.
Pemerintah daerah diharapkan dapat segera memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi aktivitas Gunung Ibu.
Dengan status seluruh pihak diimbau untuk tidak mengabaikan peringatan yang dikeluarkan oleh otoritas terkait. Langkah cepat dan tepat dalam menghadapi potensi bencana akan sangat menentukan keselamatan warga di sekitar Gunung Ibu.