![]() |
Tim Sar Gabungan melakukan pemetaan lokasi pencarian |
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan kapal tersebut bertolak dari Buli menuju Bitung pada 3 Maret 2025 pukul 13.00 WIT.
Namun, pada 14 Maret 2025 pukul 13.52 WIT, kapal mengalami kecelakaan dan
terbalik di perairan Mayau Tifure. Penyebab pasti insiden ini masih dalam penyelidikan
pihak berwenang.
Pada hari yang sama, pukul 15.32 WIT, kapal penangkap ikan tuna KM Mirza menemukan empat orang korban dalam kondisi selamat di koordinat 0°32'0.00"N / 126°20'60.00"E.
Para korban yang berhasil dievakuasi ke
Pulau Tifure itu adalah Philips J.M. Nasarany (nahkoda), Rahmat (masinis II),
Hamdani (juru mudi), dan Irwandi (juru mudi). Sementara empat korban lainnya
masih dalam pencarian.
“kapal Ikan Tuna KM.Mirza menemukan 4 korban dalam keadaan selamat di koordinat 0°32’0.00″N / 126°20’60.00″E. Dan dievakuasi menuju pulau Tifure Batang Dua. Sedangkan 4 orang korban Lainnya belum ditemukan,” jelas Iwan Ramdani
Kapten KM Mirza segera melaporkan kejadian tersebut kepada KSOP Ternate yang kemudian meneruskan informasi ke Basarnas Ternate.
Setelah
menerima laporan, tim siaga Kansar Ternate langsung berkoordinasi dengan
berbagai pihak terkait, seperti KSOP Bitung, Lanal Ternate, dan Polairud Polda
Maluku Utara untuk merencanakan operasi pencarian dan penyelamatan.
Pada Sabtu (15/3), keempat korban selamat dibawa ke Ternate menggunakan Kapal KM Kie Raha III dan diserahkan kepada agen kapal untuk proses lebih lanjut.
Sementara itu, operasi pencarian terhadap empat korban lainnya
terus berlanjut dengan melibatkan berbagai unsur SAR gabungan.
Memasuki hari keempat operasi SAR, tim gabungan telah melakukan penyisiran di perairan Pulau Batang Dua dengan menggunakan kapal patroli Kie Bessi milik Polairud Polda Maluku Utara.
Basarnas ternate juga telah
menginformasikan kepada kapal-kapal yang melintas di lokasi kejadian agar
segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Hingga Senin siang (17/3), tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian di sekitar perairan Batang Dua hingga perairan Bitung, Sulawesi Utara.
Kapal milik KSOP Bitung turut dikerahkan untuk memperluas area
pencarian. Kondisi cuaca dan arus laut yang cukup kuat menjadi tantangan
tersendiri bagi tim SAR dalam upaya pencarian ini.
Sejumlah instansi yang terlibat dalam operasi SAR ini antara lain Kantor SAR Ternate, Polairud Polda Malut, Lanal Ternate, KSOP Ternate, KSOP Bitung, Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI), serta agen kapal terkait.
Adapun daftar korban yang masih dinyatakan hilang adalah Muh
Mufly (mualim I), Bahruddin Djamani (KKM), Zuber (juru minyak), dan M. Sapri
Pammu (juru masak). Tim SAR masih berupaya maksimal untuk menemukan mereka
dalam kondisi selamat.